Dua Sumber Ledakan Napoli

Selebrasi pemain Napoli. Foto: @officialsscnapoli.

Ada dua ledakan yang membuat Napoli tampil cukup memesona sejauh ini. Ledakan pertama bersumber pada pemain depan. Sementara ledakan kedua bersumber pada pemain belakang. Siapa saja pemain itu?

Napoli tidak larut dalam gemuruh bursa transfer. Ada bisik-bisik Napoli bakal merekrut ini-itu, termasuk pelatih Christophe Galtier. Namun, operasi mereka tergolong hening dan tidak benar-benar menjadi perbincangan panas.

Pergerakan Napoli untuk merekrut pemain anyar terkesan pasif. Tidak banyak manuver yang mereka lakukan. Tidak ada juga kasak-kusuk mereka akan mendatangkan si ini-si itu. Dari empat pemain yang didatangkan, hanya Matteo Politano yang dinilai bisa menambah daya ledak tim.

Selentingan kabar Napoli tidak akan banyak berbicara di Serie A maupun Liga Europa mencuat. Namun, saat ekspektasi orang-orang perlahan menyusut, Partenopei justru memperlihatkan ketajaman dan ketangguhannya.

Napoli ada di barisan terdepan tim Serie A yang performanya paling meyakinkan sejauh ini. Tim asuhan Luciano Spalletti itu menyapu bersih tujuh laga awal Serie A dengan kemenangan. Puncak klasemen menjadi bukti paling sahih betapa besarnya daya ledak mereka.

Selain persentase kemenangan 100 persen di Serie A 2021/22, Napoli menjadi kesebelasan dengan tingkat produktivitas tinggi dan pertahanan kokoh. Jumlah gol mereka ada di angka 18 atau terbaik kedua di Serie A setelah Inter Milan yang sudah merangkum 22 gol.

Sedangkan jumlah kebobolan Napoli baru tiga kali. Catatan itu membuat Napoli menjadi tim paling tangguh. Di bawahnya, ada AC Milan yang sudah kemasukan lima kali.

Jika menilik performa Napoli sampai saat ini, ada dua ledakan yang membuat mereka tampil memesona. Ledakan pertama bersumber pada pemain depan. Sementara ledakan kedua bersumber pada pemain belakang.

Ledakan Pertama

Lorenzo Insigne masih tak tergantikan. Ia selalu masuk dalam starting line-up Napoli-nya Spalletti. Keberadaannya begitu krusial di lini depan. Ia tidak hanya bertugas mencetak gol, tetapi juga menyajikan peluang bagi rekan-rekannya.

Tugas Insigne sebenarnya tidak berubah signifikan di tangan Spalletti. Peran sebagai kreator serangan masih ia emban. Musim ini, ia membuat rata-rata 2,9 umpan kunci per laga. Ia juga sudah merangkum 3 asis di Serie A. Dua catatan itu menjadi yang tertinggi di skuad Napoli.

Selain itu, Insigne mendapat tugas lain sebagai penuntas serangan. WhoScored mencatat, rata-rata tembakan pria 30 tahun itu di tiap laga mencapai 3,9 kali. Lagi-lagi catatan itu menjadi yang tertinggi di antara pemain Napoli lainnya.

Hebatnya, Insigne dapat melepaskan tembakan di dalam maupun luar kotak penalti dengan sama baiknya. Mengacu Understat, 50 persen dari total tembakan Insigne musim ini terjadi di luar kotak penalti.

Maka tidak heran jika expected goals (xG) dan expected assist (xA) Insigne musim ini meningkat dari musim sebelumnya. Merujuk FBref, xG Insigne musim lalu 0,51 per laga. Angka itu naik cukup signifikan musim ini menjadi 0,76 per 90 menit.

Kembali mengacu FBref, expected assist (xA) Insigne musim lalu 0,27 per 90 menit. Sedangkan musim ini, xA Insigne naik menjadi 0,36 per 90 menit. xG dan xA Insigne musim ini menjadi yang tertinggi sejak musim 2017/18.

Insigne bukan satu-satunya penyerang tajam milik Napoli. Masih ada Victor Osimhen yang musim ini tampil impresif. Pria 22 tahun itu mengantongi atribut ofensif yang cukup komplet. Selain jago berduel, ia punya kecepatan mumpuni. Berbekal kecepatannya, Napoli dapat melancarkan serangan balik dengan cepat.

Dalam artikel bertajuk 'Jatuh Bangun Victor Osimhen', penulis The Flanker, Zain, menggambarkan kemampuan Osimhen seperti ini:

"Secara postur, Osimhen memiliki tubuh yang atletis. Oleh karena itu, Osimhen sangat kuat dalam melindungi bola dan menjadi pemantul yang ulung."

"Ia juga memiliki kecerdasan karena paham ke mana mesti membuka ruang untuk pemain lainnya. Catatan 74 sentuhan di sepertiga akhir pertahanan lawan menjadi bukti dinamisnya pergerakan Osimhen. Ia lebih gemar turun untuk menjadi opsi umpan dan membantu rekan-rekannya menembus barikade pertahanan lawan."


Pergerakan Osimhen yang begitu dinamis turut menopang daya ledak tepi Napoli. Musim ini, Napoli tetap menerapkan umpan-umpan pendek hingga memasuki sepertiga akhir pertahanan lawan.

Fase ofensif itu diakhiri dengan menekan area sayap di pertahanan lawan. Dua bek mereka punya tugas untuk terlibat dalam penyerangan. Dan Osimhen dapat menjadi pembuka ruang untuk tepi-tepi Napoli.

Satu-satunya 'aib' Osimhen musim ini adalah kartu merah pada laga perdana Serie A. Namun, setelah itu, ia langsung membayar kesalahan dengan mencetak gol. Musim ini, ia sudah merangkum 7 gol di semua kompetisi.

Daya ledak Insigne-Osimhen turut ditopang keberadaan Fabian Ruiz di lini tengah. Ada banyak tugas yang diemban pemain berkebangsaan Spanyol itu. Mulai dari menyuplai bola, membuka ruang, dan menembak dari jarak jauh.

Akurasi dan kekuatan tembakan Ruiz pun tergolong oke. Ia juga dapat menarik diri dari bek lawan dan mencium ruang tembak sekecil apapun.

Mengacu laporan Understat, Ruiz tercatat melakukan 9 tembakan sepanjang Serie A musim 2021/2022. Dari jumlah tersebut, 8 di antaranya terjadi di luar kotak penalti. Dari jumlah itu juga, ia mampu merangkum 2 gol. Torehan gol yang baik bagi seorang gelandang tengah. 

Ledakan Kedua

Lampu sorot laik juga diarahkan kepada dua bek tengah Napoli, yakni Kalidou Koulibaly dan Amir Rrahmani. Soal bertahan, kualitas mereka tidak bisa diragukan. Selain jago berduel udara, mereka piawai mengadang serangan lawan via tekel maupun intersep.

Namun, kontribusi mereka tidak hanya soal itu. Mereka merupakan alternatif Napoli untuk mencetak gol dari skema bola mati. Sejauh ini, mereka sudah merangkum masing-masing dua gol. Catatan yang mengesankan.

Oh, iya, gol Rrahmani ke gawang Udinese pada pekan keempat Serie A 2021/22 bisa memperlihatkan bagaimana set piece Napoli begitu mematikan.

Napoli mendapat bola mati di sepertiga pertahanan Udinese sebelah kanan. Insigne yang menjadi eksekutor menyodorkan umpan pendek kepada Ruiz. Hanya satu sentuhan, Ruiz kemudian mengirim umpan silang ke area kosong.

Koulibaly yang lolos dari kawalan lawan berlari mengejar bola. Ia langsung mengirim umpan silang ke tempat Rrahmani berdiri. Tanpa pikir panjang, Rrahmani tinggal mendorong bola ke dalam gawang melalui kepala. Pemain Udinese tentu kaget dengan skema bola mati tersebut.

Skema seperti itu mungkin akan menjadi senjata Napoli pada laga-laga berikutnya. Saat ledakan pertama dari pemain depan sulit tidak berujung gol, Koulibaly dan Rrahmani bakal muncul sebagai pencetak gol dari bola-bola mati yang didapatkan Napoli.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.