Persib vs Persija: Momentum yang Berbeda

Persib vs Persija. Ilustrasi: Arif.

Laga sarat gengsi tersebut dapat menjadi momentum bagi Persib untuk memuncaki klasemen Liga 1. Bagi Persija, kemenangan atas Persib bisa menjadi momentum kebangkitan.

Begitu peluit tanda berakhirnya final Piala Menpora 2021 berbunyi, Persija Jakarta bersukacita. Ada yang bersorak-sorai. Ada yang berlutut mengucap syukur kepada Tuhan. Ada juga yang berjingkrak-jingkrak.

Adegan kemudian beralih ke momen jelang penyerahan trofi. Semua pemain mengeluarkan kata-kata keberhasilan saat tersorot kamera. Beragam ucapan terlontar. Namun, hanya satu pesan yang hendak disampaikan, bahwa mereka sedang menjejak kesuksesan.

Otavio Dutra tidak mau absen beromong-omong. Melihat Sandi Sute berbicara depan kamera, Dutra berjalan menghampiri. Sambil menunjuk lambang Persija yang menempel di kaos, ia berkata "Ini macan, bukan kucing."

Semua adegan perayaan Persija terekam dalam video yang terunggah di akun YouTube resmi klub. Selebrasi pemain tentu tidak berlebihan. Begitu juga ucapan-ucapan pemain. Toh, keberhasilan meraih trofi Piala Menpora cukup istimewa.

Pertama, Piala Menpora menandakan kebangkitan sepak bola Indonesia usai mati suri karena pandemi. Kedua, optimisme Persija untuk mengarungi Liga 1 2021 bertalu-talu. Makin paripurna karena klub yang mereka kalahkan di laga final adalah sang seteru berat, Persib Bandung.

Namun, ketika Liga 1 2021 bergulir, optimisme tersebut perlahan memudar. Tiga laga awal Macan Kemayoran berakhir imbang. Performa klub pun tidak bisa dibilang menjanjikan. Buktinya, mereka masih berada di posisi sepuluh dengan rangkuman 15 poin sampai pekan ke-11.

Situasi Persija semakin pelik ketika nihil kemenangan dalam tiga laga terakhir. Dalam kurun tersebut, mereka kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya dan imbang melawan Persik Kediri (2-2) serta Barito Putera (1-1).

Deretan hasil kurang memuaskan tersebut menghadirkan macam-macam pertanyaan: Ada apa dengan Persija? Kenapa mereka sulit menang? Apa yang sebenarnya menjadi persoalan Persija?

The Flanker sudah mengajukan beberapa jawaban akan pertanyaan tersebut. Jawaban pertama, Persija musim ini masih minim kreativitas. Kepergian Marc Klok disinyalir menjadi salah satu penyebab monotonnya aliran bola Persija saat meneror gawang lawan.

Teraktual, Aun Rahman dalam tulisan bertajuk Persoalan-persoalan Macan Kemayoran yang tayang di The Flanker menilai lini belakang menjadi problem besar Persija sejauh ini. Gawang Persija terlalu mudah menerima tembakan.

Tidak hanya itu, bek-bek Persija pun kerap membuat kesalahan fatal yang berujung kebobolan. Dua dari empat kebobolan Persija dalam tiga laga terakhir bersumber pada kesalahan antisipasi pemain belakang.

Saat melawan Persebaya Surabaya, misalnya, bola halauan Dutra justru memudahkan Taisei Marukawa untuk mencetak gol. Lalu ketika berhadapan dengan Persik Kediri, Novri Setiawan memberi 'asis' kepada Doinata Machado.

Kesalahan-kesalahan serupa tidak boleh terjadi saat berjumpa Persib pada pekan ke-12 Liga 1 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (20/11/21). Sebab, Maung Bandung sedang tajam-tajamnya.

Dalam tiga laga terakhir, Persib merangkum tujuh gol. Dua penyerang mereka, Wander Luiz dan Geoffrey Castillion, sudah menemukan ketajamannya. Jika dikalkulasi, kedua pemain itu mengemas empat gol dalam kurun tersebut.

Duet Luiz-Castillion kemungkinan besar akan turun sejak menit awal setelah Ezra Walian absen untuk memperkuat Timnas Indonesia. Dalam formasi 4-4-2, Luiz punya ruang gerak lebih luas ketimbang Castillion.

Permain Brasil itu rutin turun untuk menciptakan ruang dan melayani Castillion. Baik Luiz maupun Castillion punya penyelesaian akhir yang baik meski berada dalam kawalan ketat. Jika pertahanan Persija sedikit lengah atau bahkan buat kesalahan, gawang mereka bisa saja bergetar lebih dari satu kali.

Selain lini depan, titik terkuat Persib era Robert Rene Alberts ada di lini tengah. Ini tentang bagaimana mereka membangun serangan via umpan-umpan pendek dari belakang ke tengah, dari tengah ke depan maupun tepi lapangan. Marc Klok dan Mohammed Rashid bertugas menjadi penghubung antarlini. 

Ketika melewati garis tengah lapangan, bola dominan dialirkan ke sayap. Supaya unggul jumlah pemain di tepi lapangan, dua full back akan naik. Yang menarik, Persib punya banyak opsi untuk meneror gawang lawan dari sayap.

Pertama tentu saja umpan silang. Ada Zalnando yang punya akurasi umpan oke. Ia juga sudah mencatatkan dua assist via umpan silang. Kedua, gelandang sayap Persib akan merangsek ke dalam kotak penalti. Febri Hariyadi dan Frets Butuan punya peran krusial soal opsi ini. Jika dua opsi itu gagal, tembakan jarak jauh jadi pilihan.

Namun, kondisi Persib saat ini kurang baik. Selain Victor Igbonefo dan Ezra Walian, mereka kemungkinan besar tidak dapat memainkan Zalnando dan Achmad Jufriyanto.

Untuk menggantikan Zalnando, Persib masih punya Ardi Idrus. Kemampuan defensif Adri pun tergolong oke. Mengacu situs resmi Liga 1, Adri sudah mencatatkan 9 tekel, 23 intersep, dan 10 clearances.

Keberadaan Adri pun cukup krusial saat melawan Persija. Ia memang tidak seagresif Zalnando yang rajin naik dan piawai melepaskan umpan silang, tetapi ia dinilai dapat meredam agresivitas Riko Simanjuntak.

Akan tetapi, untuk bek tengah, Persib tidak memiliki pengganti yang sepadan. Hanya ada Indra Mustafa yang berposisi sebagai bek tengah. Jika tidak, Persib bisa menandemkan Nick Kuipers dengan Supardi Nasir. Apa pun keputusan Robert Alberts tentu penuh risiko.

Di sisi lain, Marko Simic sudah menemukan insting mencetak golnya. Dalam empat laga terakhir, pria 33 tahun itu merangkum empat gol. Belum lagi 'telepati' Simic dan Riko semakin kuat.

Selain itu, Persija besar kemungkinan dapat memainkan Osvaldo Haay. Kehadiran Osvaldo tentu dapat menopang daya ledak Riko dan Simic. Eks pemain Persipura Jayapura itu selalu berlari ke arah Riko menggiring bola sebelum absen karena cedera.

Kombinasi umpan satu-dua Riko dan Osvaldo dalam beberapa laga terbilang baik. Selain itu, kehadiran Osvaldo membuat ruang gerak maupun ruang umpan Riko semakin luas. Dua bek sayap Persija rutin bergerak ke depan untuk mengover Riko.

Jika sudah begitu, Simic akan mendapatkan suplai bola yang melimpah.

***

Laga Persib vs Persija selalu disesaki gengsi. Ada hal lain yang dipertaruhkan di luar tiga poin. Mentalitas akan banyak berbicara atau bahkan menentukan siapa pemenang dan pecundang.

Di luar itu, laga tersebut akan menjadi momentum Persib untuk merebut puncak klasemen dari Bhayangkara. Bagi Persija, kemenangan atas Persib bisa menjadi momentum kebangkitan.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.